Mama Harus Tahu! Cara Mengatasi dan Mencegah Ruam Popok

Ruam popok adalah kondisi iritasi kulit pada bayi yang sebenarnya umum terjadi [1,2,3]. Kendati memang tidak berbahaya dan bahkan bisa sembuh dengan sendirinya dalam beberapa hari [1,2], sebagian orang tua tetap panik saat buah hatinya menunjukkan gejala ruam. 

Gejala tersebut antara lain kulit kemerahan dan tampak mengilap di area yang tertutup popok dan bayi jadi mudah rewel saat harus berganti popok atau pantatnya terkena air [1,2,3]. Kabar baiknya adalah meskipun bayi terkena ruam, ada banyak hal yang bisa dilakukan orang tua agar si Kecil kembali nyaman dan iritasi kulitnya enggan kembali.

Berikut ini adalah informasi singkat seputar penyebab dan gejala ruam popok, berikut dengan langkah penanganan dan juga cara pencegahannya. Simak sampai habis ya, agar tidak panik lagi saat ruam menyerang buah hati.

Mengenal Ruam Popok [1,2,3]

Ruam popok adalah sebuah kondisi dimana kulit bayi yang setiap harinya tertutupi popok mengalami iritasi atau peradangan. Peradangan pada ruam popok biasanya dipicu oleh beberapa hal. Pertama adalah gesekan antara kulit dengan popok secara intens karena popok jarang diganti atau kekecilan. Kedua adalah kontak terlalu lama dengan popok kotor dimana kotoran seperti urin dan feses memiliki sifat asam yang mampu mengikis permukaan luar kulit bayi. 

Ketiga, kondisi kulit bayi yang tertutup popok berada di temperatur hangat yang menjadi tempat sempurna bagi jamur berkembang biak. Saat kulitnya yang lembab bergesekan terus dengan popok, ditambah dengan infeksi jamur, maka ruam popok akan muncul dan bertambah parah jika tidak ditangani dengan tepat.

Nah, setelah mengetahui penyebabnya, bagaimana caranya supaya Mama tahu bahwa si Kecil sedang terkena ruam? Anda bisa mengamati tanda-tanda yang ditunjukkan oleh si Kecil, yang meliputi:

  • Kemerahan pada area yang tertutup popok seperti pantat, anus, pangkal paha dan sekitar kelamin
  • Bintik-bintik merah yang tidak merata di area yang tertutup popok
  • Kulit terlihat lebih kering atau keriput di area yang tertutup popok
  • Kemerahan mengkilap yang menandakan terjadi lecet pada kulit
  • Bayi sering rewel atau menangis ketika popoknya mulai basah

Jika satu atau beberapa gejala di atas nampak pada buah hati, bisa dipastikan kalo ruam popok sedang menyerang. Jangan panik, ada banyak hal yang bisa dilakukan supaya ruam cepat mereda dan tidak datang kembali yang akan dibahas pada poin berikutnya.

Penanganan Ruam Popok [2,3]

Ruam popok memberikan ketidaknyamanan pada buah hati karena rasa perih, gatal dan panas yang timbul. Tidak heran jika saat mengalami iritasi kulit ini biasanya si Kecil akan mudah rewel. Tapi, jangan terpancing dengan tangisan atau rasa gusar buah hati karena kalau orang tua panik, bayi akan semakin tidak nyaman. Sebagai pertolongan pertama, berikut adalah beberapa penanganan yang dapat dilakukan.

  • Ganti popoknya lebih sering

Walaupun bukan satu-satunya penyebab, tidak bisa dipungkiri bahwa penggunaan popok yang terlalu lama dapat memicu terjadinya ruam. Apalagi jika kulit bayi harus bersentuhan dengan kotoran dalam popok, bisa-bisa lapisan telruar kulitnya terkikis karena sifat asam urin dan feses. Jika bayi mengalami ruam, pertolongan pertama yang bisa dilakukan adalah dengan lebih sering mengganti popoknya.

Tujuan penggantian popok yang lebih sering ini adalah untuk memberikan lingkungan yang bersih dan kering pada kulit bayi yang teriritasi sehingga lebih cepat sembuh. Selain itu, popok yang kering juga akan meredakan rasa perih yang dirasakan buah hati. Pastinya, bayi juga lebih nyaman jika popoknya bersih, kan?

  • Berikan sirkulasi udara pada kulit bayi

Bagaimana cara memberikan sirkulasi udara yang cukup pada kulit bayi? Caranya adalah dengan mengangin-anginkan area yang tertutup popok setiap harinya. Misalnya sehabis mandi atau ganti popok, biarkan bayi bebas tanpa popok yang menutupi pantatnya agar kulit bisa bernafas. Selain lebih sejuk, sirkulasi udara yang baik ini dapat membantu menguapkan kelembaban berlebih pada permukaan kulit bayi yang bisa terjebak dalam popok dan memicu ruam.

  • Mengoleskan salep ruam popok

Langkah penanganan selanjutnya adalah dengan mengoleskan salep ruam popok pada bagian yang mengalami iritasi. Salep ini membantu memperkuat skin barrier dan meredakan iritasi yang terjadi. Selama tidak terjadi infeksi jamur atau komplikasi lain, menggunakan salep ruam popok dapat menjadi alternatif. Pilihlah salep ruam yang mengandung bahan alami yang aman bagi kulit buah hati misalnya saja vitamin B5 yang dikenal mampu menjaga kelembaban kulit dan mempercepat penyembuhan luka. 

Cara Mencegah Ruam Popok [1,2,3]

Itu tadi adalah cara mengatasi ruam popok yang sudah terlanjur terjadi. Apabila si Kecil belum pernah mengalaminya, hal ini adalah sebuah keberuntungan yang harus dipertahankan. Oleh karena itu, pastikan melakukan langkah pencegahan di bawah ini agar buah hati tidak pernah merasakan ketidaknyamanan akibat ruam popok yang mengganggu.

  • Jaga kebersihan tubuh bayi

Cara pertama untuk mencegah terjadinya ruam popok adalah dengan menjaga kebersihan tubuh bayi. Jangan membiarkan bayi memakai popok kotor dalam waktu lama meskipun popok belum bocor. Selain membuatnya risih, popok kotor juga dapat melukai kulitnya akibat zat asam keras yang mengikis lapisan terluar kulit bayi yang masih rapuh. Untuk itu, gantilah popok bayi sesering mungkin agar kulitnya tetap bersih dan kering jadi ruam enggan mampir.

Selain popok, perhatikan juga pakaian buah hati. Jika sudah basah karena keringat atau air liur, jangan biarkan menempel terlalu lama pada tubuhnya. Sama seperti popok basah yang dapat mengiritasi kulit, pakaian yang lembab ini juga berpotensi membuat kulitnya lebih rentan terhadap gesekan dengan permukaan kain. Segera ganti pakaian yang basah dan lembab supaya bayi lebih nyaman dan bebas iritasi kulit.

  • Pilih produk perawatan bebas alcohol atau bahan kimia berbahaya lainnya

Menggunakan produk perawatan kulit bayi seperti bedak dan krim sehabis mandi atau ganti popok memang boleh-boleh saja. Namun, pastikan untuk memilih produk yang minim bahan kimia terutama paraben yang membuat kulit menjadi kering dan juga tambahan parfum yang terkadang tidak ramah pada kulit bayi yang sensitif. Sebisa mungkin, pilih produk yang mengandung bahan alami saja tanpa alkohol dan lain sebagainya.

Hal ini juga berlaku ketika memilih salep ruam popok bayi. Pastikan salep tersebut hanya menggunakan bahan alami seperti lanolin dan juga pro vitamin B5 yang aman digunakan setiap hari sebagai langkah mencegah ruam popok terjadi. Oleskan salep pada kulit bayi yang bersih dan kering, kemudian biarkan meresap sempurna. Barulah Anda boleh memakaikan popok seperti biasanya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.